Harapan
untuk Kereta Api Indonesia di Masa Depan
*pict from google
Kereta api di Indonesia adalah salah satu moda
transportasi yang mengalami revolusi paling kentara dibandingkan transportasi
lain. Tidak hanya membuat perubahan dalam satu hal, semua aspek mengalami
perubahan yang membaik mulai dari KRL, Kereta Lokal, Kereta Jarak Jauh, Stasiun
, dan lain sebagainya. Kereta api sendiri telah menjadi transportasi favorit
keluarga saya dari jaman dulu. Faktor aman, nyaman, dan anti macet adalah hal
utama mengapa saya begitu memprioritaskan kereta api dibanding moda
transportasi yang lain.
Beberapa rencana
untuk membuat kereta api semakin maju sudah dicanangkan dan sedang dalam proses oleh pemerintah. Mulai dari monorail ,
kereta cepat, hingga kereta bandara. Tapi terlepas dari kereta-kereta canggih
yang sedang dalam proses pengerjaan , ada
beberapa hal-hal yang bisa menjadi ide perbaikan untuk kereta api di masa
mendatang.
Kereta Lokal adalah kereta yang hanya melayani daerah tertentu.
Cakupannya terbatas dan berhenti hampir di setiap stasiun . Hampir sama seperti
kereta lokal, KRL juga melayani daerah terbatas . Berikut beberapa perbaikan
yang bisa dilakukan pada kereta lokal dan KRL :
1. Jumlah kereta
disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat
Pengguna KRL atau Kereta Lokal seperti Prameks pasti pernah
merasakan tidak mendapat kereta pada waktu yang diinginkan karena tiket pada
jam tersebut habis pada kereta lokal atau semua gerbong sudah penuh dengan
dengan penumpang pada KRL. Untuk KRL memang selalu ada kereta yang lewat setiap
berapa menit, tapi karena pengguna membludak , alhasil berjubel –jubel dengan
penumpang lain sudah menjadi makanan sehari-hari . Sedangkan untuk pengguna
kereta Prameks, di karenakan jumlah
penumpang yang dibatasi, terkadang sudah mengantri lama tetapi saat sampai di
loket kehabisan tiket. Dua kasus ini sebenarnya berakar pada kurangnya jumlah
kereta dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat. Solusinya mungkin dengan
menambah kapasitas penumpang pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Bisa
penambahan gerbong untuk KRL atau penambahan kereta pada Prameks.
2. Pembatasan jumlah
penumpang KRL
Penumpang setia KRL pasti tau rasanya berdesak-desakan
pada jam berangkat dan pulang kantor. Tidak peduli apakah masih tersedia cukup
tempat di dalam gerbong, semua orang main dorong-dorong. Akibat dari hal, ada
penumpang yang sesak napas, pusing, atau bahkan pingsan karena tidak kuat
berada di dalam gerbong yang penuh sesak. Berbeda dengan Kereta Lokal yang
jumlah tiketnya dibatasi pada setiap keberangkatan, pada KRL tidak berlaku aturan
demikian. Ada pertimbangan tertentu mungkin dari tidak berlakunya pembatasan
penumpang, tetapi ada baiknya bila di kemudian hari dicarikan solusi untuk
permasalahan ini. Mungkin bisa dengan adaya pembatasan jumlah penumpang seperti
pada Kereta Lokal atau solusi lain yang lebih baik lagi.
3. Pembelian tiket
Kereta Lokal tidak hanya lewat loket
Pada kasus ini, saya melihat dari pembelian tiket Prameks.
Masyarakat yang hendak membeli sangat banyak tetapi kami hanya disediakan 1
atau 2 loket untuk pembelian tiket. Hal ini diperparah ketika sudah sampai di
depan loket , sudah antri begitu lama ternyata kami kehabisan tiket. Hal ini
bisa saja diatasi dengan datang saat pembelian telah dibuka atau sekitar H-3
jam keberangkatan, tetapi tidak semua orang mempunyai banyak waktu untuk
mengantri lebih awal . Kerena itu mungkin dalam hal ini bisa disediakan
pembelian lewat online atau membuka
lebih banyak loket pada jam –jam sibuk..
Kereta Jarak Jauh adalah kereta yang melayani rute jauh
antar kota dan antar provinsi. Beberapa saran untuk Kereta Jarak Jauh antara
lain :
1. Disediakan tempat untuk ibu menyusui
Bagi seorang ibu yang membawa bayi dalam perjalanan jarak
jauh tentu akan sulit ketika hendak menyusui bayinya. Karena itu alangkah
baiknya bila disediakan tempat khusus untuk para ibu agar bisa menyusui bayinya
dengan nyaman.
2. Tempat beribadah
Untuk kelas Bisnis atau Eksekutif, beribadah di tempat
duduknya tentu bisa dilakukan karena tersedia ruang yang cukup. Tetapi untuk
kereta Ekonomi dimana tempat duduknya tidak seluas kelas yang lain, tentu lebih
repot. Pengadaan tempat ibadah akan membantu untuk penumpang yang tidak punya
cukup ruang untuk beribadah seperti pada kereta Ekonomi.
3. Penambahan fasilitas
Wifi terbatas
Terkadang kita butuh mengakses informasi tetapi terhambat
karena sinyal yang tidak mendukung saat melewati daerah hutan . Untuk itulah
fasilitas Wifi diharapkan bisa membantu masalah tersebut. Bagaimana bila wifi
digunakan untuk yang tidak semestinya , misal pemakaian Youtube atau penggunaan
yang berlebihan sehingga membuat koneksi
penumpang lain menjadi lambat ? Operator atau admin jaringan bisa mengatur
dengan menggunakan bandwith management
atau aplikasi lain sehingga bisa dibatasi berapa jatah bandwith yang didapat setiap penumpang .
4. Kebersihan dan
kenyamanan toilet
Toilet pada Kereta Jarak Jauh dulu dan sekarang sangat
berbeda dari segi kebersihan dan kenyamanannya. Apresiasi yang tinggi untuk KAI
dalam pencapaian ini. Akan tetapi, seharusnya
perubahan yang baik ini tidak hanya untuk KA kelas tertentu tapi menyeluruh
pada semua kelas karena kebutuhan akan toilet menjadi hal utama bagi setiap
orang yang bepergian jauh.
Selain permasalahan di dalam kereta , beberapa hal bisa
juga menjadi bahan berbenah untuk PT KAI antara lain :
1. Penggunaan palang
rel kereta api
Sering kita dengar berita ada orang yang tertabrak kereta
api karena tidak ada palang pada perlintasan tertentu. Untuk itulah kedepannya,
diharapkan PT KAI bisa menerapkan palang rel di semua perlintasan kereta api .
Selain untuk faktor keamanan, adanya palang rel yang disertai dengan penjaga
palang bisa menjadi lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang ingin mencari
pekerjaan .
2. Fasilitas informasi kota tujuan
Setiap daerah di Indonesia pasti mempunyai kekayaan lokal
masing-masing seperti tempat wisata , pusat perbelanjaan tradisonal, atau
kuliner. Selain itu, orang-orang yang berkunjung ke suatu daerah belum tentu
mengetahui daerah tersebut dan membutuhkan panduan mengenai daerah tersebut
seperti informasi transportasi, penginapan, atau rumah sakit. Dengan adanya
tempat informasi ini, selain turis bisa mengetahui wisata apa saja yang bisa
menjadi tujuan mereka berkunjung, masyarakat juga tak perlu khawatir untuk
mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kota tersebut. Dan tentu saja,
penggunaan dwi bahasa akan memudahkan tidak hanya turis lokal, tapi turis
mancanegara.
3. Informasi
keberangkatan kereta beserta nomor peron
Ini adalah hal yang sering saya tanyakan ketika
menggunakan Kereta Jarak Jauh. Petugas biasanya akan memberitahu nomer peron
saat pengecekan boarding pass, tapi ketika penumpang yang antri untuk
pengecekan banyak, kadangkala info ini tidak diberitahu. Untuk itulah papan
petunjuk informasi kereta akan membantu sekali untuk para penumpang yang masih
baru dan tidak hafal peron mana yang harus dia datangi.
4. Informasi yang jelas
tentang rute kereta api atau informasi lain
Tempelan-tempelan di dinding stasiun kereta api mengenai
rute kereta atau informasi yang lain memang sudah banyak, tetapi kurang rapi
dan teratur. Bagi pengguna internet atau aplikasi android tentu mudah saja
untuk mengetahui jadwal kereta, tapi untuk masyarakat awam yang tidak
menggunakan akses digital tentu akan kebingungan. Karena itu, informasi yang
lengkap serta tertata akan memudahkan masyarakat untuk mencari informasi yang
dibutuhkan. Tidak hanya informasi mengenai jadwal kereta yang tersedia, tapi
juga informasi lain seperti keterlambatan atau harga promo.
Sedikit saran di atas berasal dari opini saya sebagai pelanggan
Kereta Jarak Jauh, Lokal, serta KRL. Mungkin ada satu atau dua hal yang memang
belum bisa dilakukan karena alasan teknis yang lebih dimengerti oleh pihak KAI.
Tetapi solusi lain tentu bisa diambil asal tujuan akhirnya sama. Terakhir, saya
harap KAI selalu menjadi transportasi favorit masyarakat dan segala perubahan
baik yang telah dilakukan semoga bisa dipertahankan bahkan menjadi lebih baik
lagi ke depannya. Dirgahayu KAI !
Oleh Farida Fitri Kusumastuti

Komentar
Posting Komentar